Keunikan di Bulan Suro

Bulan Suro adalah bulan pertama di penanggalan Jawa. Di bulan Suro ini orang jawa biasanya banyak melangsungkan ritual – ritual dan selamatan tertentu sesuai keperluan dan tujuannya.

Keadaan ini juga terjadi di watulawang, warga banyak melakukan selamatan dan ritual kusus baik yang bersifat umum seperti Merdi Bumi, palakia, kenduren suran,dll. Yang bersifa pribadi contohnya selametan batur, megeng ( puasa ngebleng ), selametan profesi ( dagang, dukun, dll ), Ngeramasin benda pusaka ( keris, tombak, pedang dll ) .

Merdi Bumi

Merdi Bumi atau ruwat bumiatau sedekah bumi  adalah ruwatan dengan mengadakan pagelaran wayang kulit dengan lakon kusus dan tidak memakai kelir sebagaimana biasanya tetapi memakai jarit ( kain ) dan blencong dari minyak kelapa. Lakon yang  di bawakan yaitu  ” Sri Mulih” atau ” Watugunung”. Tujuan dari Ruwatan ini adalah meminta keselamatan desa seisinya. Di walulawang ritual ini wajib di laksanakan setiap bulan suro dan biasanya di hari Jum’at Kliwon. Konon kalau tidak diadakan akan terjadi hal – hal atau bencana di tahun itu. Dalam Lakon Sri mulis atau tumuruning wiji di ceritakan turunnya Dewi Sri, dan hama – hama tanaman, sedangkan dalam lakon Watugunung yaitu membeberkan terjadinya Wuku yang jumlahnya 30.

Palakia

Palakia adalah selametan yang di adakan diperbatasan desa, di pertigaan jalan, atau tempat umum lainnya. Palakia biasanya diadakan oleh warga di lingkungannya yang bertujuan untuk meminta keselamatan jiwa, dan binatang piaraannya dari indang danyang yang lewat di desa tersebut.

Tentang desa watulawang

Situs Desa Watulawang Kec. Pejagoan Kab. Kebumen Jawa Tengah Indonesia
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

13 Balasan ke Keunikan di Bulan Suro

  1. Kang Wasim berkata:

    wah maen yah…nggal wengi kenduren….biasane nang nggon aku nek wulan suar kwe kendurene dewek2..dadine nggal wengi ya kenduren….seger pooooool pokoke

  2. Gareng Cilik berkata:

    nek nang watulawang, kenduren e ana sing dewek -dewek, juga ana sing barengan kang hehehhe… wingi agi pas nangumah mandan marem iwak pitik pancen🙂

  3. Kang Wasim berkata:

    he…he….paling marem brutu yah…oh ya tayuban ora wingi kang…nyonder mbok…karo ngrogoh….s…….u

  4. Suhar berkata:

    Iya nek Pengaringan biasane nanggap tayuban.. Kelingan lagi jaman dadi tukang nonton.. Hehe

  5. Gareng Cilik berkata:

    kang wasim,🙂
    aku seumur2 urung tau nonton tayuban,, kur krungu thok, urung tau nonton langsung🙂

    @ kang Suhar,, nek rika ya ngandel, jamane rika tukang nonton kayane ngendi bae wis di ambah sii

  6. Seblu berkata:

    di daerah memang masih banyak kepercayaan, kepercayaan yang mengandung mistis, aku pun pernah tinggal di daerah heheheh….

  7. Desa Bago berkata:

    Wah pasti seru tuh acarannya.. dan memang setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda-beda dan dengan adanya media internet seperti sekarang ini menjadikan kita banyak tau tentang tradisi-tradisi yang ada didaerah lain.

    Sayang selama saya tinggal dikebumen belum pernah tau secara langsung acara-acara seperti itu, padahal saya dulu pernah tinggal agak lama di kebumen.

    salam kenal dari desa kami..

  8. Gareng Cilik berkata:

    monggo Mase sing saking Desa Bago, Probolinggo Jatim🙂
    salam kenal…
    memang acara rutin seperti itu udah menjadi tradisi turun temurun mas🙂
    klo boleh tau, dulu di kebumen nya dimana yah ?🙂

  9. Gareng Cilik berkata:

    mari bergadung, untuk mempererat eprsaudaraan sebagai sesama warga negara indnesia,🙂

  10. Desa Bago berkata:

    Terima Kasih udah berkunjung ke blognya Desa Bago, dan salam kenal untuk adminnya, mas Gareng Cilik / mas wawan, he..he.. nama panggilan adminnya sama dengan adminnya desa bago, sama-sama wawan.

    Pertama kali saya hijrah ke kebumen saya tinggal dikarang anyar, tepatnya di barat hotel aman ada rumah makan jakarta baratnya ada gang masuk.

    Trus pindah kekutosari, baratnya rumah pak wondo, depan wartel ADITYA punya mas sobirin, panggilannya birin, dia akrab dengan saya.

    Trahir saya tinggal di sruweng tepat depan kantor kecamatan sruweng dan kantor pos, maklum tempatnya pindah-pindah karena saya ngontrak, jadi suka cari sesuatu yang baru, termasuk tempat tinggal, dengan begitu semakin banyak teman.

  11. Gareng Cilik berkata:

    Matur nuwun mas Wawan ( bukan manggil nama sendiri yah🙂 )
    ternyata mas Wawan sudah menjelajahi kebumen yah hehehh..
    klo boleh tau mas Wawan di kebumen dinas di instansi pemerintah apa dimana yahh🙂

    mari dengan media ini kita saling bertukar pikiran dan tukar informasi , kususnya bagi kami warga kebumen yang masi perlu banyak informasi tentang teknologi,,
    sukses buat Admin nya Desa Bago,,🙂

  12. CahKbm berkata:

    Sing je mlaku kur kenduren, Nanggonku wis meh ra ana sraben nek pari meteng, slametan panenan.

  13. Gareng Cilik berkata:

    mangga mas mampir🙂
    salam kenal dari kami anak2 watulawang – pejagoan, kebumen.
    sampeyan sing di lenggahi pundi nggiih ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s