5 Falsafah Jawa

Falsafah ini secara tidak sengaja saya temukan di blog Bharatayuha, dan  sebagai keturunan orang jawa gel saya baru ini mendengarnya, maka saya coba posting disini, mungkin ada beberapa pembaca kususnya orang jawa yang belum mengetahuinya, bagi yang sudah pernah tau, mohon maklum dan jadikan ini sebagai pengingat/ penyegar saja.
Falsafah ini sangat sederhana, tetapi sangat mendalam dan patut kita jadikan pedoman untuk kita dalam menghadapi perjalanan hidup.
Berikut adalah Falsafah tersebut :
Ada 5 falsafah jawa yang berguna untuk kita menghadapi perjalanan
kehidupan kita.
1. Kukilo (Burung)
2. Wanito (Wanita)
3. Curigo (Waspada)
4. Turonggo (Kuda)
5. Wismo (Rumah)

1. Kukilo (Burung)
Kebanyakan orang jawa selalu memelihara binantang peliharaan, dan
kebanyakan pula binatang peliharaan yang umum di rawat adalah burung
perkutut. Karena suaranya yang bagus merdu dan menentramkan suasana.
Didalam kehidupan ini kita harus bisa mengikuti burung perkutut,
yaitu dengan selalu bersuara yang bagus untuk didengar oleh orang
lain, tidak selalu mengeluarkan suara yang bisa menyakiti hati orang lain.

2. Wanito (Wanita)
Wanita secara universal melambangkan kelembutan, cinta kasih,
perasaan sayang. Kita hidup didunia pastilah berada ditengah-tengah
manusia dan makhluk lainnya. Kita harus selalu memberikan rasa
kelembutan kita, cinta kasih kita dan rasa sayang kita kepada semua
makhluk ciptaan sang Maha Kuasa.

3. Curigo (Waspada)
Didunia kita pasti tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita
beberapa detik, menit atau jam kedepan. Dengan sikap waspada ini maka
kita diharapkan bisa selalu waspada akan gerak dan sega tingkah laku kita
agar kejadian yang akan datang tidak menjadikan penderitaan pada diri kita
sendiri. Curigo juga bisa diartikan dengan Eling terhadap Tuhan Yang Maha
Esa, karena Beliau lah yang menciptakan masa lalu, masa sekarang dan
masa depan kita.

4. Turonggo (Kuda)
Untuk dapat mengendalikan kuda disaat kita menungganginya, maka tali
kendali yang harus kita pegang erat. Dalam kehidupan pengendalian diri
akan segala nafsu dan ego harus kita kendalikan. Bukan dengan mengumbar
nafsu, ego dan angkara murka.

5. Wismo (Rumah)
Rumah, setiap kali kita pergi pasti akan kembali kerumah. Dari sini diartikan
kita hidup didunia ini hanya keluar sebentar dari rumah
kita yang sebenarnya, dan suatu saat pasti akan kembali ke rumah

abadi kita yaitu rumah Tuhan. Dan kita selagi didunia harus tahu apa yang
akan kita bawa sebagai oleh-oleh untuk-NYA agar kita lebih disayang oleh
Beliau.

Tentang desa watulawang

Situs Desa Watulawang Kec. Pejagoan Kab. Kebumen Jawa Tengah Indonesia
Pos ini dipublikasikan di Seni dan Budaya, Uncategorized. Tandai permalink.

8 Balasan ke 5 Falsafah Jawa

  1. Wonk Djava berkata:

    wAH, sama2 orang DJAVA ya.. Cocol buat nambah pengetahuan saya.. Makasih Ya..

  2. Gareng Cilik berkata:

    silakan mampir di gubug kami mas🙂
    salam kenal, semoga sering2 berkunjung kemari untuk sama – sama tukar pikiran berbagi pengetahuan, dan menjalin kekeluargaan,🙂

  3. Suhar berkata:

    Menjalani hidup dengan cinta kasih, tepo sliro, eling, waspada, pengendalian diri
    utk selamat dunia akherat. Saya baru bs menyimpulkan spt itu.

    Artikel yg sgt baik utk bahan introspeksi kita sebagai wong Jowo.

  4. Gareng Cilik berkata:

    rasa cinta kasih nyong jane duwe malah gede banget, maring wong tuwa maring sedulur, maring batir, ning maring wong wadon koh kayane urung ana sing ngreteg nang ati wiss… malah kayong kepenak kaya kiye, glabedan mengendi2 ora ana sing ngrusuhi,,, nglirik wong wadon malah bebas🙂
    kayane nek menurut nyong siki tah maen mbujang dahh,, hahahahahah

  5. Suhar berkata:

    Aku mbiyen pas urung payu ngomonge ya kaya kue Kang. Nggo pembelaan diri. Hahaha..

    Nek siki bareng wis due anak beda mening, kenapa ora mbojo wit mbiyen:-D.

  6. Gareng Cilik berkata:

    😀 asem rika,, aja mbukak kitabe wong rumah tangga disit kang, mbok pada kepengin sing ora -ora masalahe nang kene esih akeh sing mbujang, kae kaya kang Naryo, kang Wasim, kang Rio, termasuk inyong :p
    kuwe bener lo kang Suhar, yakin gologokin, nyong urung kepengin terikat karo wong wadon.. sanadyan raket kepengine mung nggo TTM hehehhehehhe

  7. riogendut berkata:

    enyong mbene ngerti kang gareng.
    semoga bermanfaat

  8. Gareng Cilik berkata:

    pada baen kang Rio hehhehe… nyong be mung nempelna thok kuwe,, nggo pengeling -eling bareng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s